ketika aku membaca buku pertamanya yang diterbitkan, aku terpaku pada sebuah puisi yang indah. .
WARNA
warna adalah semesta
Konsep yang kubangun sendiri tentunya
mengungkap background hidup atau sekedar bayangan
Bukan berupa goresan pada kanvas lukisan
Bagaimana warnamu?Aku abu-abu
Seperti mendung yang menghalau sinar mentari
Dari jauh tampak padat, jika mendekat rapuh
Seperti uap
Aku Abu-abu
Terlalu redup untuk disebut putih yang bersinarTerlampau terang tuk jadi hitam yang kelam
Aku Abu-abu
Bagaimana menurutmu?
Biar kamu menduga-duga
Karena yang tersirat, tetap saja tak tersurat
Warna warni tercecer di sudut semesta ini
Warna yang samar akan semakin dipojokkan
Sampai nanti ketegasan menjadikannya terbilang
Entah semakin pekat atau pucat
Aku abu-abu
Kapankah menjadi merah jambu?
By: Halida


